SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

Posted: October 21, 2011 in Uncategorized

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

MUKHAMAD SOLIKHUL HUDA
34110853
2DB05
MAPEL : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 1 #

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
(Decision Support System)

Abstract
Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.
DSS dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.

Pendahuluan

DSS menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.

Sistem Pendukung Keputusan (DSS) dibuat sebagai suatu cara untuk memenuhi kebutuhan seorang manajer dalam membuat keputusan yang spesifik dalam memecahkan permasalah yang spesifik pula.

Tahapan Dalam Pengambilan Keputusan

1. Tahap Pemahaman
2. Tahap Perancangan
3. Tahap Pemilihan
4. Tahap Penerapan

1. Tahap Pemahaman

Sebuah proses pemahaman terhadap masalah dengan mengidentifikasi dan mempelajari masalah terhadap lingkungan yang memerlukan data  mengolah data  mengujinya  menjadikan petunjuk dalam menemukan pokok masalah  mencari solusi  bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.
2. Tahap Perancangan

Sebuah proses pengembangan, analisis dan pencarian alternatif tindakan atau solusi yang mungkin untuk di ambil/ di lakukan  Identifikasi dan mengevaluasi alternative

3. Tahap Pemilihan

Sebuah proses pemilihan salah satu alternatif solusi yang dimunculkan pada tahap perancangan untuk menentukan arah tindakan dengan memperhatikan kriteria-kriteria berdasar tujuan yang dapat dicapai pada tahap berikutnya  memilih solusi terbaik

4. Tahap Penerapan

Sebuah proses untuk melaksanakan dan menerapkan alternatif tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan permasalahan yang telah di identifikasi  Menerapkan solusi dan membuat tindak lanjut.

Jenis Keputusan
• Keputusan Tak Terprogam: tidak terprogram, tidak ada metode pasti untuk menangani masalah
• Keputusan Terprogram: berulang dan rutin, suatu prosedure dilakukan bukan sebagai sesuatu yang baru
• Keputusan Semi Terprogram: kombinasi tak terprogram dan terprogram

Jenis Masalah
• Masalah terstruktur
terdapat pada 3 tahap (pemahaman, perancangan dan pemilihan)
• Masalah tidak terstruktur
tidak terdapat dalam 4 tahap
• Masalah semi terstruktur

Keharusan dari DSS
• Membantu manajer dalam membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur
• Mendukung penilaian manajer
• Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan manajer dari hanya sekedar efisiensi

Perlu di ingat, bahwa: ”DSS TIDAK MENGGANTIKAN MANAJER”
Model DSS
Terdapat Database, yang isinya digunakan oleh:
• Perangkat Lunak Penulisan Laporan
menghasilkan laporan periodik maupun khusus
• Model Matematika
menghasilkan informasi sebagai hasil dari simulasi yang melibatkan satu atau beberapa komponen

Perangkat Lunak GDSS
Perangkat Lunak Penulisan Laporan
Laporan periodik = disiapkan sesuai jadwal
Laporan khusus = disiapkan ketika sesuatu yang luar biasa terjadi

Menyatukan Management by Exception ke dalam laporan.
Perangkat Lunak Penulisan Laporan
Menyatukan Management by Exception ke dalam laporan  konsep yang memungkinkan manajer hanya memperhatikan aktifitas yang layak mendapatkan perhatian manajemen

Dapat disatukan dalam satu laporan melalui 4 cara :
• Menyiapkan laporan hanya jika terjadi perkecualian
• Menggunakan urutan laporan untuk menyoroti perkecualian
• Mengelompokkan perkecualian bersama-sama
• Menunjukkan varians dari normal

Perangkat Lunak GDSS (group DSS)
Memungkinkan beberapa pemecah masalah bekerja bersama-sama sebagai satu kelompok untuk mencapai solusi. Pemecah masalah dapat mewakili sebuah komite atau tim proyek, para anggota kelompok dapat berkomunikasi secara langsung atau melalui GDSS.

GDSS
Suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam satu tugas (tujuan) bersama dan yang menyediakan interfase bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama

Proses yang terjadi pada GDSS :
• Mengorganisasi pendapat yang muncul dalam kelompok
• Mengumpulkan informasi
• Mengurutkan berdasar prioritas
• Mengumpulkan aspek-aspek pendukung
Otomasi Perkantoran (Office Automation)
Definisi otomasi perkantoran atau office automation mencakup semua sistem informasi formal dan informal, terutama yang berkaitan dengan cara berkomunikasi dan penyebaran informasi ke dan dari orang-orang dalam maupun diluar organisasi (perusahaan).

Siapa yang menggunakan OA
Kelompok Pemakai OA
• Manajer = Pekerja Terdidik (knowledge workers)
• Profesional = Pekerja Terdidik (knowledge workers)
• Sekretaris
• Pegawai administrasi

Tujuan OA
• Mengurangi biaya administratif
• Pemecahan masalah
• Pelengkap dan bukan pengganti

Contoh Aplikasi OA
• Pengolahan kata
• E-mail
• Voice mail
• FAX
• Kalender elektronik
• Konferensi audio/video
• Konferensi komputer
• Imaging
• Dekstop publishing

Pengolah Kata (Word Processing): Penggunaan alat elektronik yang secara otomatis melaksanakan banyak tugas yang berkaitan dengan penyiapan dokumen yang tercetak.

Electronic Mail (E-mail):Penggunaan jaringan komputer yang memungkinkan para pemakai mengirim, menyimpan dan menerima pesan-pesan dengan menggunakan terminak komputer dan alat penyimpanan.

Voice Mail: Pengiriman pesan dengan mengucapkan ke dalam telepon, dan pesan yang telah terkirim, oleh penerima dapat diambil melalui telepon juga.

Kalender Elektronik: Penggunaan jaringan komputer untuk membuat, menyimpan dan mengambil agenda pertemuan (jadwal kerja).

Facsimile Transmision (FAX): Penggunaan peralatan komunikasi khusus yang dapat membaca document pada satu ujung saluran komnukasi dan membuat salinannya di ujung yang lain.

Konferensi Audio: Penggunaan peralatan komunikasi suara untuk membuat suatu hubungan audio diantara orang-orang yang tersebar secara geografis dengan tujuan melaksanakan konferensi. Daya tarik konferensi audio :
• Biaya relatif murah bagi perusahaan
• Orang-orang merasa nyaman berbicara
• Butuh beberapa menit saja untuk menyiapkan peralatan

Ke-efisiensi-an sebuah konferensi audio :
• Di tunjuk moderator (orang yang mengkoordininasi jalannya konferensi)
• Jumlah peserta dibatasi
• Ada hasil dari pembicaraan yang dibagikan keseluruh peserta (rekaman konferensi harus disimpan)
• Setiap peserta yang akan bicara harus meng-identifikasi dirinya.

Penggunaan peralatan komunikasi suara dan gambar untuk membuat suatu hubungan audio-video diantara orang-orang yang tersebar secara geografis dengan tujuan melaksanakan konferensi.

Terdapat 3 konfigurasi :
o Video satu arah dan audio satu arah
o Video satu arah dan audio dua arah
o Video dan audio dua arah

from: http://elearning.amikom.ac.id/index.php/karya/656/ec69e0d52719a3b659e9340d7205442a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s