“BUSINESS PLAN” PROSES PRODUKSI (MANAJEMEN PRODUKSI)

Posted: January 11, 2011 in Uncategorized

BUSINESS PLAN”

 

PROSES PRODUKSI

(MANAJEMEN PRODUKSI)

 

MUKHAMAD SOLIKHUL HUDA

34110853

1DB03

D3 MANAJEMEN INFORMATIKA

 

MANAJEMEN UMUM#

 

 

Proses produksi adalah cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan-bahan dan dana).

 

Jenis-jenis Proses Produksi

1.Proses produksi yang terus-menerus (continuous processes)

2.Proses produksi yang terputus-putus (intermittent processes)

 

1. Continuous Processes

 

A. Ciri-ciri proses produksi yang terus-menerus ialah:

 

a.Biasanya produk yang dihasilkan dalam jumlah yang besar (produksi massa) dengan variasi yang sangat kecil dan sudah distandarisir.

b.Proses seperti ini biasanya menggunakan system atau cara penyusunan peralatan berdasarkan urutan pengerjaan dari produk yang dihasilkan, yang disebut product lay out atau departmentation by product.

c.Mesin-mesin yang dipakai dalam proses produksi seperti ini adalah mesin¬mesin yang bersifat khusus untuk menghasilkan produk tersebut, yang dikenal dengan nama special purpose machines.

d.Oleh karena mesin-mesinnya bersifat khusus dan biasanya agak otomatis, maka pengaruh individual operator terhadap produk yang dihasilkan kecil sekali, sehingga operatornya tidak perlu mempunyai keahlian atau skill yang tinggi untuk pengerjaan produk tersebut.

e.Apabila terjadi salah satu mesin/peralatan terhenti atau rusak, maka seluruh proses produksi akan terhenti.

f.Oleh karena mesin-mesinnya bersifat khusus dan variasi dari produknya kecil maka job structurenya sedikit dan jumlah tenaga kerjanya tidak perlu banyak.

g.Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses adalah lebih rendah daripada intermittent process/manufacturing.

h.Oleh karena mesin-mesin yang dipakai bersifat khusus maka proses seperti ini membutuhkan maintenance specialist yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang banyak.

 

 

 

 

B. Kekurangan / kelebihan :

 

-Kekurangan/kerugian proses produksi yang terus menerus (continuous manufacturing) adalah :

 

1.Terdapat kesukaran untuk menghadapi perubahan produk yang di minta oleh konsumen atau pelanggan. Jadi proses produksi seperti ini khusus untuk menghasilkan produk-produk yang :

a.Permintaan (demand)nya besar dan stabil

b.Style produknya tidak mudah berubah.

2.Proses produksi mudah terhenti, karena apabila terjadi kemacetan di suatu tempat/tingkat proses (di awal,di tengah atau di belakang),maka kemungkinan seluruh proses produksi akan terhenti yang di sebabkan adanya saling hubungan dan urut-urutan antara masing-masing tingkat proses.

3.Terdapat kesukaran dalam menghadapi perubahan tingkat permintaan, karena biasanya tingkat produksi (rate of production)nya telah tertentu ,sehingga sangat kaku (rigid).

 

-Sedangkan kebaikan/kelebihan proses produksi yang terus-menerus (continuous manufacturing)

adalah :

 

1.Dapat di perolehnya tingkat biaya produksi per unit (unit production cost) yang rendah, apabila :

a.Dapat dihasilkannya produk dalam volume yang cukup besar,

b.Produk yang di hasilkan distandardisir.

2.Dapat dikuranginya pemborosan — pemborosan dari pemakaian tenaga manusia ,terutama karena system pemindahan bahan yang menggunakan tenaga mesin/listrik.

3.Biaya tenaga kerja (labor cost)nya adalah rendah , karena jumlah tenaga kerjanya yang sedikit dan tidak memerlukan tenaga yang ahli (cukup yang setengah ahli) dalam pengerjaan produk yang dihasilkan.

4. Biaya pemindahan bahan didalam pabrik juga lebih rendah, karena jarak antara mesin yang satu dengan mesin yang lain lebih pendek dan pemindahan tersebut digerakkan dengan tenaga mesin (mekanisasi).

 

2. Intermittent Processes

 

A. Ciri-ciri dari proses produksi yang terputus-putus ialah:

 

a.Biasanya produk yang dihasilkan dalam jumlah yang sangat kecil dengan variasi yang sangat besar dan didasarkan atas pesanan.

b.Proses seperti ini biasanya menggunakan system, atau cara penyusunan peralatan berdasarkan atas fungsi dalam proses produksi atau peralatan yagn sama dikelompokkan pada tempat yang sama, yang disebut dengan process lay out atau departmentation by equipment.

c.Mesin-mesin yang dipakai dalam proses produksi seperti ini adalah mesin¬mesin yang bersifat umum yang dapat digunakan untuk menghasilkan bermacam-macam produk dengan variasi yagn hampir sama, mesin ini dikenal dengan nama general purpose machines.

d.Oleh karena mesin-mesinnya bersifat umum dan biasanya kurang otomatis, maka pengaruh individual operator terhadap produk yang dihasilkan sangat besar, sehingga operatornya perlu mempunyai keahlian atau skill yang tinggi dalam pengerjaan produk tersebut.

e.Proses produksi tidak mudah/akan terhenti walaupun terjadi kerusakan atau terhentinya salah satu mesin atau peralatan.

f.Oleh karena mesin-mesinnya bersifat umum dan variasi dari produknya besar, maka terhadap pekerjaan yang bermacam-macam menimbulkan pengawasan yang lebih sukar.

g.Persediaan bahan mentah biasanya tinggi, karena tidak dapat ditentukan pesanan apa yang akan dipesan oleh pembeli dan juga persediaan bahan dalam proses lebih tinggi daripada continuous process karena prosesnya yang terputus-putus.

h.Dalam proses seperti ini sering dilakukan pemindahan bahan yang bolak-balik sehingga perlu adanya ruangan gerak yang besar dan ruangan tempat bahan¬bahan dalam proses yang besar.

 

B. Kekurangan / kelebihan :

 

-Kekurangan/kerugian proses produksi yang terputus-putus (intermittent manufacturing)adalah:

 

1.Scheduling dan routing untuk pengerjaan produk yang akan dihasilkan sangat sukar dilakukan karena kombinasi urut-urutan pekerjaan yang banyak sekali didalam memprodusir satu macam produk , dan disamping itu di butuhkan scheduling dan routing yang banyak sekali karena produknya yang berbeda tergantung pemesannya.

2.Oleh karena pekerjaan routing dan scheduling banyak sekali dan sukar di lakukan ,maka pengawasan produksi (production control) dalam proses produksi seperti ini sangat sukar dilakukan.

3.Dibutuhkannya investasi yang cukup besar dalam persediaan bahan mentah dan bahan-bahan dalam proses ,karena prosesnya terputus-putus dan produk yang di hasilkan tergantung dari pesanan.

4.Biaya tenaga kerja dan biaya pemindahan bahan sangat tinggi, karena banyak dipergunakannya tenaga manusia dan tenaga yang di butuhkannya adalah tenaga yang ahli dalam pengerjaan produk tersebut.

 

-Sedangkan kebaikan/kelebihan dari proses produksi yang terputus-putus (intermittent manufacturing ) adalah:

 

1.Mempunyai fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan produk dengan variasi yang cukup besar.fleksibilitas ini diperoleh terutama dari:

a.Sistem penyusunan peralatan (lay out)nya yang berbentuk process lay out.

b.Jenis/tipe mesin di gunakan dalam proses yang bersifat umum(general purpose machines).

c.Sistem pemindahan bahan yang tidak menggunakan tenaga mesin tetapi tenaga manusia.

2.Oleh karena mesin-mesin yang di gunakan dalam proses bersifat umum (general purpose machines) maka biasanya dapat diperoleh penghematan uang dalam investasi mesin-mesinnya, sebab harga mesin-mesin ini lebih murah dari pada mesin-mesin yang khusus(special purpose machines).

3.Proses produksi tidak mudah terhenti akibat terjadinya kerusakan atau kemacetan di suatu tempat/tingkat proses.

 

Sumber : wikipedia.org/proses-produksi/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s